Jakarta (9/2) — Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), KH Chriswanto Santoso, menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis sebagai pilar utama demokrasi. Dalam momentum Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap 9 Februari, Beliau mengingatkan bahwa pers harus berdiri di atas kepentingan rakyat, bukan kepentingan politik maupun framing kekuasaan.
Beliau menilai, demokrasi sejatinya berlandaskan pada kedaulatan rakyat. Karena itu, pers dituntut menghadirkan informasi yang valid, berimbang, serta mampu memberikan solusi bagi masyarakat.
“Jika pers sudah terkontaminasi kepentingan politik, apalagi digunakan untuk menekan rakyat, maka itu bukan pers yang diharapkan masyarakat,” ujar Beliau.
Tema HPN tahun ini, “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, disebut Beliau sejalan dengan cita-cita bangsa. Pers yang sehat akan mendorong tumbuhnya ekonomi yang berdaulat, sehingga memperkuat ketahanan nasional. Beliau mengingatkan agar media tidak terjebak dalam kepentingan sempit yang justru melemahkan demokrasi.
Lebih jauh, Beliau mengajak insan pers untuk terus menjaga integritas dan profesionalisme. Dengan demikian, pers dapat menjadi mitra strategis masyarakat dalam memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan, sekaligus memperkuat fondasi demokrasi di Indonesia.