Antong Samijo: Idealnya Silat Diperkenalkan Sejak Usia TK

Kediri (11/3). RRI Kediri dalam Program Dialog Kronika Olahraga mengundang Antong Samijo, pengurus bagian Pemuda, Kepanduan, Olahraga Seni dan Budaya DPD LDII Kabupaten Kediri sekaligus pelatih Persinas ASAD, pada Sabtu, 5 Maret 2022 di Studio RRI Kediri, Jl. Pb. Sudirman No.104, Plongko, Pare, Kec. Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Acara yang cukup hangat selama 1 jam dari pukul 09.00-10.00 WIB yang dipandu oleh Lia Aulia dalam sesi diskusi Antong Samijo menjelaskan bahwa pengenalan silat boleh dilaksanakan sejak awal namun idealnya sejak usia TK, yaitu dengan melatih seni jurus-jurus silat. “Pengenalan silat bisa dimulai sejak usia dini, namun idealnya sejak usia TK,” kata Antong Samijo.

Antong Samijo juga menjelaskan bahwa dengan gerakan-gerakan silat yang disesuaikan usia dan kemampuan maka silat dapat dilakukan oleh anak-anak hingga orang tua, selain untuk olah raga, silat sebagai usaha untuk penjagaan warga LDII secara mandiri. Lebih lanjut Antong Samijo menekankan bahwa fokus latihan pada kemandirian bela diri, pengembangan perguruan sesuai dengan program yang terdapat pada kurikulum Persinas Asad dan meraih prestasi “Dengan latihan secara teratur diharapkan skil para pesilat akan semakin meningkat sehingga akan lebih mudah meraih prestasi,” lanjut Antong Samijo.

Dengan jumlah pesilat di Jawa Timur yang cukup banyak tentu menjadi pekerjaan rumah bagi Persinas Asad Kediri meraih program utama di tahun 2022 ini, karena secara umum atlet silat di Jawa Timur memiliki kemampuan tidak boleh dipandang remeh, target lolos di Pra Porprov (Pra Pekan Olahraga Provinsi) adalah agenda utama Persinas Asad Kediri selanjutnya bisa menjadi juara Porprov.

“Target kita tidak terlalu tinggi, harapan dari para pelatih Persinas Asad Kediri di tahun 2022 ini bisa lolos Pra Porprov, dan target selanjutnya adalah juara Porprov,” harap Antong Samijo.

Menurut Antong Samijo, di tiap-tiap kecamatan Atlet Persinas telah terbiasa melakukan latihan secara teratur yang dipandu oleh senior-seniornya, selanjutnya dari mereka dipilih yang terbaik untuk mendapatkan pelatihan secara kontinu untuk kenaikan tingkat maupun mengejar target perguruan.

 

 

Oleh: Rozy Mujahid (contributor) / Faqihu Sholih (editor)

Leave a Reply

Your email address will not be published.