Diklat Dai LDII Jatim, Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Ungkap Tujuan Berdakwah

Jember (4/7). Dekan Fakultas Syariah UIN KH Achmad Siddiq Jember, Prof H M Noor Harisudin memberikan pesan kepada peserta Diklat Dai LDII Jawa Timur agar lebih hati-hati dan selektif dalam memilih kata dan bahasa untuk berdakwah. Tujuannya agar lebih mudah dipahami dan diterima dengan baik oleh masyarakat.

“Dakwah itu mengajak dan merayu orang, maka dari itu pendakwah jangan memakai istilah yang ruwet. Tapi pakailah bahasa yang mudah dipahami,” ujarnya.

Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan sambutan di acara Diklat Dai yang diadakan oleh DPW LDII Jawa Timur, Sabtu (18/6) di Pondok Pesantren Sabilurrosyiddin Annur, Gayungan, Surabaya. Diklat Dai tersebut mengangkat tema “Strategi Dakwah Memperkuat Ukhuwah demi Tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Noor menerangkan, tujuan dakwah adalah menjadikan manusia mendapat petunjuknya Allah, mengetahui urusan agamanya Allah, menyembah Allah dengan konsep tauhidnya, mengetahui hukum halal dan haramnya dan juga mengenal batasan hukum-hukumnya. “Agama itu hidup kalau ada dakwah. Jadi peran dakwah dalam masyarakat sangatlah penting,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Noor, dakwah juga bisa menjadikan manusia menjadi baik akal budinya, hilang kedengkian diantara mereka dan menjadikan prinsip tidak menyakiti sesama manusia. “Dengki ini paling berat. Apalagi para pendakwah harus bisa menghilangkan kedengkian karena itu adalah musuh besar,” tambahnya.

Dakwah juga dapat menjadikan muamalah antar manusia berjalan sesuai jalurnya (on the right track), sebagaimana mestinya. Baik itu jual-beli, akad-akad maupun pernikahan. Dakwah juga menjadikan keluarga dan masyarakat menjadi baik. “Para dai harus tetap istiqomah ketika diajak untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tambah Noor.

Untuk itu Noor berpesan kepada seluruh pendakwah LDII di Provinsi Jawa Timur untuk bisa menyaring sebuah berita sebelum di share, walaupun berita itu isinya bagus. “Pendakwah harus bisa memilih mana yang paling maslahat untuk umatnya,” pesan Noor.

Sebagai informasi, hajatan tahunan ini merupakan program kerja Biro Pendidikan Agama dan Dakwah (PAD) DPW LDII Jawa Timur dengan mengundang sejumlah narasumber. Diantaranya Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kawil Kemenag) Jawa Timur, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Guru Besar UIN KH Achmad Siddiq Jember, Polda Jawa Timur, serta Pengasuh Ponpes Al-Ubaidah Kertosono.

Peserta Diklat Dai juga akan mendapatkan pengarahan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. “Diklat dai dilaksanakan secara hybrid dengan diikuti 150 peserta perwakilan dari 38 DPD LDII kabupaten/kota serta diikuti lebih dari 1.000 peserta daring yang tersebar di Jawa Timur,” ujar Ketua Panitia, Didik Eko Putro.

Oleh: Sofyan Gani (contributor) / FF (editor)

Leave a Reply

Your email address will not be published.