LDII Kebumen Adakan Upacara Kemerdekaan Indonesia di Pondok Pesantren Baitussyakur

Kebumen (24/8). Warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Kebumen wilayah barat Rabu (17/8) menggelar Upacara Peringatan HUT RI di kompleks Pondok Pesantren Baitussyakur Desa Kuwaru, Kecamatan Kuwarasan.

Upacara diikuti para santriwan-santriwati generasi muda LDII, guru dan ustad muda serta pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kebumen dan warga setempat. Berlangsung unik namun khidmad. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Ketua DPD LDII Kebumen Ipda (Purn) Gunardi.

Upacara juga disertai prosesi menaikkan bendera merah putih, pembacaan teks Proklamasi serta Pancasila. Gunardi mengenakan jas warna hitam. Sedangkan petugas pengibar bendera memakai baju putih lengan panjang serta celana hitam.

Gunardi menyatakan, pihaknya sengaja mengadakan Upacara HUT ke 77 RI pada Rabu lalu di Pondok Pesantren Baitussyakur karena tempat tersebut memiliki halaman mencukupi dan setiap bulan menggelar pengajian rutin.

Gunardi mengungkapkan, tujuan upacara HUT RI itu untuk meningkatkan dan menanamkan jiwa nasionalisme kepada generasi penerus bangsa agar meningkatkan jiwa juang yang tinggi serta cinta Tanah Air Indonesia. Sedangkan peserta upacara santriwan dan santriwati, pengurus pondok serta masyarakat sekitar pondok pesantren Desa Kuwaru, Kecamatan Kuwarasan.

Kepada generasi muda LDII, dirinya berpesan agar generasi bangsa bisa mencintai dan mempertahankan nilai-nilai luhur Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, cinta NKRI dan UUD 1945.

“Kita sebagai warga Kebumen mencintai kearifan lokal program utama Bupati Kebumen mewujudkan Kebumen semakin sejahtera, mandiri dan beraklak mulia sehingga bisa tercipta situasi rukun dan damai serta mempunyai sifat tolong-menolong sak iyek sak eko proyo holobis kuntul baris atau gotong royong,” ujarnya.

Pihaknya juga menyerukan kepada warga LDII se Kebumen untuk mengikuti semboyan pemerintah di HUT RI 2022, yakni pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat untuk Indonesia maju.

Oleh: Rully Sapujagad (contributor) / Fachrizal Wicaksono (editor)

Leave a Reply

Your email address will not be published.