Pramuswil LDII Sumut, DPP LDII Ajarkan Cara Peliputan Berita

Peserta sedang mendengarkan materi dari KIM DPP LDII pada Pelatihan jurnalistik yang dilaksanakan Minggu (23/1)

Medan (23/1). Menyambut Musyawarah Wilayah (Muswil) VI LDII Sumatera Utara (Sumut), DPW LDII Sumut menghelat acara pramuswil. Acara tersebut berupa pelatihan dasar-dasar menulis berita straight news dan foto jurnalistik.

“Kami bekerja sama dengan Departemen Komunikasi Informasi dan Media atau KIM DPP LDII, untuk mengajarkan kepada generasi muda menulis berita. Tujuannya, agar terbentuk tim media untuk memberitakan kontribusi LDII Sumut, terutama pemberitaan Muswil nanti,” ujar inisiator pelatihan jurnalistik sekaligus anggota Biro KIM DPW LDII Sumut Rahmad Andriansyah.

Acara yang dilaksanakan pada Minggu (23/1) itu mengundang pembicara Ketua Departemen KIM DPP LDII Ludhy Cahyana dan Tim LDII News Network (LINES) Nurdiyanto Khoirurrohman. Menurut Andriansyah, harapannya KIM DPW LDII Sumut bisa pula membentuk kantor berita LINES sebagaimana DPW dan DPD LDII lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ludhy mengajarkan cara menulis berita menggunakan bentuk straight news atau berita lempang. “Empat elemen penting yang harus diperhatikan, yaitu angle, judul, lead, tubuh berita dan penutup. Dalam penulisan berita harus terkandung unsur 5W + 1H,” ujar Ludhy. Saat menulis, upayakan setiap paragraph saling berhubungan dan tulisan serasa mengalir saat dibaca.

“Saat wawancara, wartawan menemukan banyak informasi. Kemudian informasi tersebut disusun berdasarkan informasi terpenting yang ingin ditonjolkan kepada pembaca,” ujarnya. Ludhy juga memberikan tips menulis berita untuk acara Muswil LDII Sumatera Utara, mengigat acara tersebut akan dilaksakan pada Minggu (31/01).

Menurutnya, pada H-1 para panitia yang ditunjuk bagian pemberitaan, harus menyiapkan pers rilis untuk dikirim kepada media sebagai pedoman peliputan wartawan. “Lalu pada saat hari H supaya ada yang memperhatikan dan mencatat kata-kata dari setiap narasumber yang hadir di acara untuk kemudian dimuat sebagai berita,” ujarnya. Jadi, nantinya berita yang dihasilkan informatif bukan sekadar laporan kegiatan.

Pada kesempatan berikutnya, Nurdiyanto Khoirurrohman yang biasa disapa Khoir membawakan materi fotografi jurnalistik. Menurut dalam fotografi jurnalistik tidak boleh terdapat manipulasi, seperti menambahkan visual tertentu, “Wartawan foto hanya bisa memperjelas atau memotong foto untuk memperjelas objek yang tujuannya tidak menghilangkan nilai berita,” ujarnya.

Menurut Khoir, foto jurnalistik juga harus mengandung 5W + 1H, “Di dalamnya harus menunjukkan adanya momen, juga harus rill, aktual, apa adanya, mampu menyampaikan informasi dan memiliki nilai berita, “Biarkan foto yang berbicara, semakin banyak informasi yang didapat hanya dengan melihat foto maka semakin baik pula foto tersebut,” tuturnya.

Foto yang layak disebut foto jurnalistik adalah foto yang menunjukkan kedekatan, ketenaran, aktual, bermanfaat, keluarbiasaan, konflik, unik dan atrakraktif. Para pemburu foto jurnalistik sebelum melakukan aksinya, terlebih dahulu supaya mengenal momen, mengenal narasumber, mampu menulis kreatif, mengerti dasar-dasar fotografi, menguasai lapangan. Dan beliau menegaskan, sebeagai fotografer jadilah saksi sejarah bukan sebagai pelaku sejarah.

Acara tersebut diikuti para pemuda LDII yang tersebar pada 13 titik, mereka bergabung di studio yang disediakan oleh Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Anak Cabang (PAC) LDII Sumut. Dengan adanya acara tersebut Andriansyah berharap para generasi muda LDII memiliki bekal untuk meliput kegiatan Muswil DPW LDII Sumut. (Hafsah/LINES Sumut)

Leave a Reply

Your email address will not be published.