Pengurus LDII Wakatobi Resmi Terima SK Kepengurusan

Wakatobi (11/7). Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) didampingi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menyerahkan SK kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Wakatobi, di Masjid Baiturrohman LDII, Desa Numana, Kecamatan Wangiwangi Selatan (Wangsel), pada tanggal 11 Juli 2021. 

Ketua DPW LDII Prov. Sultra L. Kadir dalam arahannya menekankan agar warga LDII meningkatkan komunikasi, kerja sama dan saling tolong menolong antar warga masyarakat. Di masa pandemi ini diantara warga harus saling membantu dan tolong menolong. “Semangat kebersamaan, kerja sama dan gotong royong mari terus kita kembangkan. Kepedulian pada sesama warga sangat diperlukan dalam situasi seperti sekarang ini. Diharapkan kepengurusan LDII Wakatobi masa bakti 2021-2026 makin baik lagi,” tegas Kadir.

Kepala Bidang Ketahanan Budaya Agama Kemasyarakatan dan Ekonomi Kesbangpol Provinsi Sultra Hamdani Piabang mengatakan agar LDII Wakatobi dapat menjalankan konsolidasi organisasi, melakukan kaderisasi, serta menjalankan program kemitraan.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Wakatobi Jana Mansyur B mengatakan, sesegera mungkin ia bakal membangun konsolidasi dengan mitra secara kelembagaan, diantaranya Kesbangpol, Kementerian Agama (Kemenag), Kepolisian, TNI dan Kejaksaan, terkait dengan program kerja LDII ke depan.

“Insyaallah ini semua adalah penguatan untuk membantu pemerintah dalam rangka membangun kebangsaan, guna menciptakan keamanan dan kenyamanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Kabupaten Wakatobi,” ujarnya. Jana menyebutkan, LDII di Wakatobi terdiri dari 8 Pimpinan Anak Cabang (PAC), yakni 2 PAC di Kecamatan Wangiwangi dan 6 PAC di Wangsel.

Bentuk kegiatannya dalam seminggu, kata dia, di setiap PAC mengadakan pengajian Alquran dan Alhadits serta pemahaman landasan berpikir keagamaan untuk mengarahkan kepada seluruh anggota guna menjaga keimanan.

“Supaya jangan kemudian kita dikuasai oleh zaman, di era sekarang ini musuh besar kita itu adalah runtuhnya nilai-nilai kebangsaan. Jadi pendekatannya melalui kegiatan di bidang keagamaan,” terangnya (B/zonasultra.com/fredy lines).

Leave a Reply

Your email address will not be published.